Lomba Karya Ilmiah Beato Johanes Paulus II

Citizen6, Atambua: Lomba karya ilmiah populer tingkat SLTP dan SLTA se-Keuskupan Atambua, digelar untuk mengenang beatifikasi Beato Johanes Paulus II. Lomba diikuti 182 siswa terdiri dari 119 siswa SLTP dan 63 siswa SLTA yang merupakan utusan dari 22 sekolah yang tersebar pada Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Belu.

“Paus Johanes Paulus II almarhum menghadirkan dirinya bagi kaum muda sebagai seorang sahabat yang sangat dekat dengan kaum muda dan memahami harapan-harapan yang sangat dekat pada kaum muda, dan memahami harapan mereka. Karena itulah sambil menghargai kamu sekalian dan penuh kepercayaan akan kalian, ia berpesan: dibandingkan dengan masa lampau, masa muda ialah masa kini, dibandingkan dengan masa depan, kamu adalah harapan dan jaminan bagi setiap penemuan dan kebaharuan dibandingkan dengan saat ini, kamu adalah kekuatan yang dinamis dan kreatif,” demikian dikatakan Rm. Gerrard Herry Fernandes Pr, mengutip pesan mendiang Beato Johanes Paulus II pada kaum muda di Caracas Venezuela pada 27 januari 1985 silam.

Pesan diatas diungkapkan Rm. Herry ketika membuka secara resmi Kompetisi karya ilmiah populer yang dilangsungkan di aula St. Dominikus Emaus. Para peserta berjuang untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut, Jumat (18/2).

Antusiasme para siswa dalam ajang bergengsi ini begitu tinggi, yang ditunjukkan melalui jumlah peserta yang datang mendaftar membludak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Panitia penyelenggara awalnya menargetkan sekitar 80 peserta, namun yang mendaftar ternyata melebihi target.

Bahkan panitia sempat menolak peserta karena minimnya fasilitas akomodasi penginapan bagi para siswa. Panitia hanya menyediakan penginapan Emaus bagi peserta yang berasal dari luar wilayah Kota Atambua.

Para peserta yang mengikuti ajang bergengsi ini bukan saja berasal dari kalangan Katolik saja namun juga berasal dari non Katolik seperti Kristen Protestan dan Muslim yang jumlahnya cukup banyak. Menurut pengakuan para peserta, pribadi Beato Johanes Paulus II merupakan figur pecinta perdamaian dan tokoh pemersatu yang mampu mempersatukan sekat-sekat perbedaan.

Para peserta merupakan penulis-penulis muda yang aktif di sekolahnya masing-masing, yang ditunjukkan melalui karya majalah dinding sekolah. Dalam karya ilmiah populer ini para siswa bebas menentukan tema dan topik, serta merangkulnya dalam tulisan Beato Johanes Paulus II dimata para peserta.

Mereka lebih diajak untuk mendalami kepribadian serta karya-karya sang kudus dari Polandia yang merupakan pengagum sepakbola ini, dan pernah menjadi kiper pada klub ternama di kota kelahirannya Krakow, Polandia.

Kegiatan yang berlangsung selama seharian penuh ini diselenggarakan oleh himpunan penulis dan jurnalis muda binaan komisi komunikasi sosial Keuskupan Atambua, dibawah asuhan Rm. Gerrard Herry Fernandes Pr.

Rm. Herry Fernandes Pr selaku ketua penyelenggara mengatakan “Kepribadian seorang Johanes Paulus II telah mampu menyedot perhatian dunia. Ini yang harus kita gali dan kita ajarkan kepada generasi muda untuk menciptakan perdamaian dunia melalui karya hidup kita masing-masing.”

“Para peserta ini datang dari kalangan non Katolik pula ini menandakan bahwa Johanes paulus II merupakan milik semua umat manusia, karena karya dan keteladanannya yang mempersatukan umat manusia.” tambah imam yang pernah mewawancarai  mendiang Johanes Paulus II dalam tuga jurnlistiknya ketika masih menempuh studi pada Universitas Theresianum Roma Italia tersebut.

Salah satu peserta Muslim dari SMPN Oelolok mengatakan, “Paus Johanes Paulus II merupakan tokoh pencinta perdamaian, dan ia merupakan figur yang patut diteladani oleh seluruh pemimpin bangsa untuk bagaimana menciptaakan roh perdamaian. Dimata saya, keutamaan dan karya hidup yang harus kita petik dari pribadi seorang Johanes Paulus II yang telah mampu membangun dialog perdamaian diantara umat manusia.”

Para peserta pada umumnya menulis tentang pesan perdamaian, dialog antar agama, masa kecilnya, aborsi, lingkungan hidup. Dalam menulis, mereka dibimbing oleh para guru pendampingnya masing-masing.

Hasil dari kompetisi ini akan diumumkan secara resmi di sekolah masing-masing, serta melalui media radio Maranata pada 31 Maret 2012. Tulisan-tulisan ini akan dinilai oleh para tim juri, dan para juara akan mendapat hadiah berupa piala serta sejumlah uang, sementara itu seluruh peserta akan mendapat sertifikat penghargaan karya ilmiah populer mengenang beatifikasi Johanes Paulus II.

Keakraban dan keharmonisan terjalin begitu akrab diantara para siswa peserta selama dua hari di Emaus. Semangat persatuan yang didengungkan Beato Johanes Paulus II seakan ada didalam diri kaum pelajar ini. Para siswa saling menyapa meski mereka berbeda suku, bahasa dan agama, serta dari sekolah yang berbeda pula. (Pengirim: Fransiskus Pongky Seran)

Pos ini dipublikasikan di uncategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan Untuk Keperluan Perbaikan Blog Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s