Mendorong Budaya Gemar Menulis Sejak Dini

Citizen6, Sidoarjo: Ternyata menulis itu mengasyikkan, bagi pelajar SD sekalipun. Itulah pesan yang disampaikan oleh Amatullah Nuha Salsabila (Nuha), penulis cilik  Sidoarjo di depan puluhan pelajar SD Negeri  Sidokare 2 Sidoarjo, Sabtu, (18/2). Kehadiran Nuha sebagai penulis cilik novel Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) berjudul The Rainbow School ini menjadikan motivasi baru bagi siswa-siswi SD.

Para siswa-siswi SD ini mengikuti acara Penulis Cilik Berbagi Cerita. Mereka nampak antusias mendengarkan penjelasan penulis yang belum genap berusia 12 tahun, dan kini duduk di kelas VI SD IT Nurul Fikri Sidoarjo tersebut. Kesan antusias terlihat saat puluhan siswa SD mengikuti acara hasil kerjasama guru SDN dengan keluarga penulis cilik.

Para siswa itu penasaran dengan proses penulisan dan penerbitan buku anak oleh anak-anak seusianya. Rasa keingintahuan yang cukup besar itu akhirnya sedikit terobati ketika Nuha mulai menjelaskan tahap demi tahap menulis buku. Nuha, penulis  The Rainbow School, dengan bahasa anak-anak menjelaskan cara dan langkah menulis buku.

Menurutnya, langkah pertama untuk menerbitkan buku adalah banyak membaca. “Dengan banyak membaca kita akan tahu dan bisa muncul ide baru,” kata pelajar yang akhir tahun lalu mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia di Jakarta. “Tapi masing-masing anak bisa jadi punya cara yang berbeda, yang penting nulis aja,” tambahnya.

“Apapun yang pernah kita alami sehari-hari dapat menjadi bahan untuk kita tulis. Termasuk, banyaknya kera liar yang menyerang warga Taman Sidoarjo, bisa itu ditulis,” tambahnya sambil tersenyum. Menurutnya, banyak sekali tema yang bisa ditulis, mulai perasaan kita, pengalaman di sekolah, persahabatan atau cita-cita. “Meski belum berhasil dimuat atau diterbitkan, teruslah menulis, jangan mudah putus  asa. Saya dulu selesai menulis naskah buku kelas IV dan langsung dikirim, tapi terbitnya waktu saya kelas VI,” ungkapnya.

“Buku novel saya bercerita tentang Nadya yang ingin pindah ke sekolah yang jauh tapi fasilitasnya lengkap. Nadya ingin mandiri. Di sekolah baru dia punya pengalaman baru,” jelasnya. Penggemar buku J.K Rowling dan Jostein Gaarder itu juga menceritakan pengalamannnya mengikuti konferensi penulis cilik. Dia juga berpesan, “Menulis bisa dimulai dari yang sederhana dulu, saya dulu menulis pertama kali tentang buah pisang. Sudah dimuat di koran waktu saya masih TK.”.

Acara makin menarik karena diisi seling pembagian doorprize seperti buku tulis dan kertas binder. Ada pula sesi tanya jawab dengan peserta. Rencananya, acara serupa akan digelar di beberapa sekolah lain, diantaranya dalam waktu dekat di SD Rumah Matahari Sukodono, Sidoarjo. (Pengirim: Nuha Sasa)

Pos ini dipublikasikan di uncategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan Untuk Keperluan Perbaikan Blog Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s